Total Tayangan Halaman

Rabu, 13 November 2013

kenangan sama ismat lagi

Kali itu tanggal 10 november, kami para pejuang pmr 63 mulai bersiap untuk lomba
Saatnya pemberangkatan, aku tadinya mau bareng lina, tapi lina bareng uwi maka aku sama nanda tapi faris sama nanda yang free Cuma ismat, mau aja sih ngasih izin sindy sama ulil buat nebeng ismat tp yang lain pada ngeledekin biar aku aja yang nebeng yauda akhirnya aku sama ismat deh;;) di perjalanan tumben banget ismat ngebut yayaya mungkin harus buru buru karena udah telat. Seneng diawal minggu.

Paling seneng juga pas makan siang bareng, aku nita mei ivan dan tentu nya ismat nyari makan, kita jalan sampai di teplan sebrangnya smp8, disitu ada warteg, yauda kita makan aja disana. Kata ismat, cewe tuh makannya so imut ya, edaaaan padahal mah aku tuh emang lagi ga laper, jadi makannya lama. Ismat juga masih inget dua tahun yang lalu aku jalan sama dia ke smp siliwangi buat kemah, ya walau bareng resti. Terus kita beli es kelapa deh

KEMBAR 2

 KEMBAR 2
2 & 3 november 2013

Dear pmr, pagi itu rasanya sangat menegangkan, pukul setengah tujuh saya sudah berada di sekolah. Bersama teman teman panitia yang lain kita mempersiapkan semua hal yang akan dibawa, kendaraan, dan terutama pesertanya yang berjumlah 34 orang. 13 orang lakilaki dan 21 orang perempuan. Menjadikan semangat bagi kami para panitia. Tak berjalan mulus memang semua persiapan kita, tapi yang pasti kita wajib bias menghadapinya
Kendala pertama ya kendaraan yang paling penting adalah angkot yang tak tentu datangnya kapan dikarenakan rizkyrai yang tak juga muncul, dan satu angkot yang seharusnya dipakai untuk ke semeru ngambil tenda.
Kedua itu adalah barang du yang tidak lengkap, dan yang paling utama kesiapan mental kita yang kurang paten. Ya mau gimana lagi tanggal sudah menunjukan tanggal 2 dan tak mungkin kita undur untuk mematangkan persiapan. Akhirnya kita harus berusaha mencari solusinya.
Pukul 09.10 angkot sudah tiba, panitia kita bagi dua, 5 orang pergi ke semeru, sedangkan sisanya melakukan persiapan dan berangkat langsung ke tempat kemah. Namun begitu selesai penglepasan dari kepsek dan walkepsek, ternyata saat jam pemberangkatan dimulai, ternyata angkot yang sudah ditugaskan ke semeru tidak mau jadi akhirnya kami harus menambah angkot dari jurusan lain untuk kesana. 7 angkot pun meluncur ke kemah yang berada di desa cirimpak megamendung.
Ismat nanda lina merisiha dan nita pergi kesemeru. Ya menyedihkan tak bisa bersama dengan mereka sampai ditujuan. Selama diperjalanan kami lebih mematangkan konsep, kami teringat akan pembacaan lpj, namun saying, lpj nya tertinggal. Yah apa mau dikata kami harus mengubah beberapa jadwal. Pukul 10.50 kita sampai di rumah abah dan emak, udara yang sangat sejuk walau cahaya matahari mulai terik terasa. Angin sepoy membangkitkan semangat. Acara pertama seharusnya adalah pembangunan tenda namun disayangkan ternyata kelima temanku belum sampai, mereka terjebak kemacetan, untuk itu kami memajukan beberapa jadwal sebagai pengisi acara selanjutnya.
Para kelas 10 dikumpulkan di lapangan, lalu kita memeriksa barang bawaan mereka. Kami telah memberitahukan segala barang bawaan tapi masih saja ada yang tidak membawa. Hp dan jam tangan mereka kami sita demi kelancaran acara, karena sudah pasti jika hp ditangan mereka, mereka akan lebih focus untuk memainkan hp ketimbang dengan menerima materi, dan jam tangan tidak mereka kenakan karena agar mereka tidak ribut mempercepat waktu. Makana dan minuman pun kami sita bukan buat kita tapi demi kelancaran.
Ya tidak ada sebuah acara yang berjalan tanpa ada nya kendala, kami( aku uwi dan indri) sudah habis daya untuk mengatur anak buah pak rahmat. Sudah dari perjalan mereka ada yang merokok, dan sekarang mereka sangat melawan kami. Kami sudah kehabisan kesabaran menghadapi mereka. Tapi ada daya kami hanya kaum wanita.
Oke selanjutnya kami menyuruh mereka untuk makan bekel yang mereka bungkus dengan kertas nasi dan air minum di plastik. Cukup efektif rasanya dan sekalilagi ada saja yang tak membawa dan harus berbagi dengan temannya. Itulah kebersamaan. Usai makan dilanjutkan dengan solat zuhur.
Kelima teman ku masih ada di tajur, mereka kejebak macet. Sungguh kami ingin mereka berada disini sekarang, kelas 10 butuh tenda. Jadwal setelah isoma adalah upacara pembukaan namun apa daya, Pembina kita pulang duluan tak mungkin diadakan upacara tanpa beliau. Tak lama kelima teman kami datang, sungguh sangat bahagianya. Acara selanjutnya memang harus memasang tenda karena cuacanya sudah mulai mendung. Aku kira membangun tenda itu gampang taunya beuh perlu kekompakan. Namun setelah beberapakali gagal akhirnya kita berhasil membangun tenda. Acara selanjutnya adalah materi sejarah dan pp tandu. Bukan pmr namanya kalo tidak ada materi ini. Pengisi nya adalah indri dan lina. Aku berada diatas, membantu DU untuk kesiapan makan malam, mereka sedang kebingungan untuk masaknya karena langseng tiada ada, magicom pun taka da, jadi satu satunya cara dengan dikukus. Sembari menunggu nasi, kami kelas 12 memakan bekel bersama, Cuma lina dan indri yang tidak ikutan, kami sangat menjunjung kebersamaan , karena ismat dan nanda yang sangat terlihat kelaparan.
Ga begitu lama tiba tiba lina dan indri menemui ku, dan melaporkan bahwaada kasus yang menyangkut anak buah pak rahmat, mereka bukannya denegrin materi malah komen dan becanda terus. Akhirnya aku dan nita turun ke bahwa untuk menangani mereka supaya mereka mau meminta maaf kepada indri dan lina. Ya tapi mungkin mulut sudah berbusa memberi saran untuk minta maaf kami pun pasrah dan meninggalkan anak kelas 10. Kami berkumpul dengan anak kelas 11, disana kita beragumen, uwi pun turun saat kita akan mengatur siasat ternyata gerombolan itu datang dan meminta untuk memberikan waktu agar aku mau mendengarkan mereka, aku bukan lah orang yang mau gitu saja menghadapi nurut dengan katakata ade kelas, aku bilang yang pengen ngomong dia yang harus nyamperin. Aku diamkan mereka dan mereka melunjak, mereka malah seenaknya masuk tenda panitia, sekali aku beritau supaya tidak masuk ke tenda, dua kali sudah aku beritahu pula, ketiga dan selanjutnya dengan nada rada keras aku bentak mereka untuk keluar dari tenda dan berbaris, ternyata nanda mendengar kerusuhan dibawah, kami para wanita mulai geram dengan tingkah mereka, aku serahkan itu pada nanda, yang kemudian dibantu oleh ismat, dan aku nita kembali mengatur kelas 10 yang lainnya. Satu kalimat untuk mereka, lebih gampang mengurus anak autis sepertinya daripada mereka.
Oke selanjutnya akan diadakan permainan biar sedikit santai dan menyenangkan. Aku ke atas untuk memeriksa DU dan ternyata berita yang sangat menakjubkan, nasinya masih gigih belum masak, wah kacaunya tinggal beberapa jam lagi nasi aja belum beres, sayurannya apalagi. Bapak tercinta kita dengan seenaknya menyuruh kita masak lagi dengan megicom, dan yang tadi susah payah kita buat harus dibuang padahal tadinya kita mau ngeliweut aja. Ya tangis pecah dari Yolanda, yang dari pagi yola dan mae kena salah terus. Aku coba memanggil nanda untuk menenangkan yola, dan meminta solusi dari yang lain. Tak lama aku ke atas lagi, nita sedang membantu mencuci beras, namun abah menolong dengan mengkukus nasinya dengan caranya biasa masak, dan ini sangat membantu dan pak rahmat setuju, dan kami sangat kesal karena beliau sangat plin plan. Ya nasi akhirnya tidak mubazir.
Waktu menunjukan pukul 05.15 sudah over 15menit dan sudah seharusnya masuk waktu istirahat dan persiapan solat maghrib. Kerjaan aku dari pagi naik turun tangga yang lumayan curam dan berkelok. Capenya bukan main. Aku sama lina mandi bersama, ga mandi dengan cuma ngebilas dengan air aja yang dingin edan.
Setelah semua berganti pakaian, maka disarankan untuk solat, setelah itu yasinan dan solat isya. Kami kebingungan karena alumni sudah pada datang, jadi tempat yang tadi dipake solat dipake buat tempat istirahat alumni akhirnya tenda besar yang dipake. Seharusnya pake terpal tp bapak kita yang tersayang lupa membawanya. Ya waktu yasinan aku mendokumentasikan kegiatan disana, ada yang kasian ga ada penerangan jadi tidak membaca yasin, aku meminjamkan senter, selanjutnyaaku terus mengambil gambar.
selama waktu sekitar satu jam setengah , aku nanda mei membantu DU nasi tinggal sekali kukus lagi, capcaynya masih perlu di rebus, karena wortelnya yang masih keras, waktu isya sudah lewat sudah seharusnya mereka makan malam. oh ada yang terlewat, yang namanya anak pmr ga ada yang ga narsis, meski didapur, sudah berbau asap, sudah cemong karena pake kompor tungku, terbesit di pikiran ku untuk foto dengan abah dan umi sebagai kenang kenangan. Abah dan umi selalu bikin ketawa, bikin nyama, kami betah bersama mereka.
Oke kita mulai dengan anak anak cewenya, sepiring berdua sosweet banget ya mereka, kerupuknya satu orang satu tanpa nambah wah nambah sosweet. Minumnya juga segelas berdua benerbener hemat bukan sweet lagi. Ada yang nambah, keliatan banget ya pada kelaperan ada juga yang ga nafsu makan.
Aku kira mereka tidak ada yang sakit taunya ria, dan salah satu anak kelas 10 sakit dan terpaksa ditempatkan dialumni. Lanjut kegiliran anak cowonya. Masih sama seperti anak perempuan merek a harus makan yang serba satu berdua, tetap ada yang mau nambah, tapi kali ini aku diingatkan karena jika mereka terlalu kenyang mereka tidak tidur dan mereka tidak akan makan ditengah malam nantinya. Akhirnya tidak akan aku kasih tambahan. Cuci piring sendiri mereka kemajuan jadi rada rajin ya.
Acara selanjutnya adalah api unggun setelah kelas 11 dan 12 nya makan baru acara dimulai, kakak kelas juga gamau kalah kita makan serba satu bersama. Kami yang sudah makan bertukar tempat dengan yang belum makan, susah banget nyuruh ismat makan. Dia terlalu serius dengan semua ini, sibuk sama kegiatan nya. Selama menunggu kakak kelasnya yang sedang makan, kami mempersiapkan upacara api unggunnya.
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam lewat, harus segera dimulai jika tak ingin jadwal ancur. Semua telah siap upacara dimulai dan aku menjadi dokumentasinya. Setelah beberapa kali jepret aku mengecek dan demmmmmmmmmmmmmm ada banyak orbs di foto foto yang aku jepret terutama ditangga. Mulai lah merinding aku memperlihatkan dan mempertanyakan pada nita dan nanda. Nita melihat dan bertanya pada salah satu hasil jepretan ku. Dan aku menjepret entah apa warnanya hitam dan itu seperti bukan di lokasi itu. Kata nanda jangan kasih tau yang lain dulu. Aku diam dan melanjutkan foto, berharap tak ada lagi orbs, taunya masih ada.
Upacara api unggun selesai, dan dilanjutkan dengan pertunjukan yel yel dari masing masing kelompok. Ada ada saja ide anak kelas 10 membuat yel yel yang sangat kreatif. Eh tau nya kelas 11 dan 12 jug akena, yah apa mau dikata kita harus sportif, aku dan lina dan juga malem melantunkan setitik yel yel kami. Acara diisi dengan alumni, selama itu aku menemani nita yang ada ditenda, awalnya mira yg sakit pas nita menantar mira ke atas eh pas pulang pulang nita yang sakit, disitu aku juga memperlihatkan pada lina. Acara hamper menujukan pukul 22. Aku meniggalkan lina dan nita yang sakit.
Aku sudah mulai bete, nih karena ga pada disiplin waktu. Kasian kelas 10nya makin lama merek atidur makin lama juga kita memulai pelantikan. Sudah semua masuk ke tenda, kelas 11 disuruh menjaga kelas 10 nya sementara kelas 12 ke atas ngobrol bareng alumni, tadinya aku mau ikutan bareng lina dan nita di tenda ditemeni oleh meirisha. Ga lama nanda datang buat jemput gua, disuruh kumpul, gua males banget tuh buat kumpul, udah muak sama ksr muda kita. Aku hanya dia, mereka pada ngira aku sakit karena kecapean padahal aku sakit karena batin, merasa tak dianggap, dia yang dari tadi ngomong dan aku tak mendengarkan nya, aku tak mau masuk ke pos untuk pelantikan kelas 11. Ga lama aku ke dapur menemui yola dan teteh, aku menangis dalam kediaman, aku gakuat, aku merasa jadi ketua yang gabecus, eh abah bikin ketawa abah kira aku sakit. Aku tuh lucu banget mengerti kondisi cucunya. Ternyata saat aku nangis lumayan lama, rapat sudah beres dan aku langsung kembali ke bawah ditemani oleh mers, aku hanya dapat mengeluh pada nita dan lina. Ternyata mereka sependapat dengan ku. Aku jadinya aku dan mei di dalam tenda flashback waktu kita ke Jakarta bertemu iin dan ilusia.
Eh ka zae masuk deh dan bla bla ngobrol sama nita, dan nita memberitau aku tentang hal yang terjadi antara ismat dan resti yang bikin aku jleb, sudah dari pada aku berlarut aku flash back, dan flashback ini membuat aku tidak tidur, aku sesekali sama mei melihat pelantikan. Jam sudah menunjukan pukul 00.23 sudah seharusnya mempersiapkan pelantikan kelas 10. Kelas 12 yang cewenya pada ke atas buat membuat makanan, yaitu kangkung, tempe orek teri jengkol, dan susu jahe. Kelas 10 di bangunkan begitu kita semua siap. Anak kelas 10 kena hukuman lagi, hukumannya push up lagi 20kali waduh, yang cowo udah pada memble, hahha katanya jagoan tapi push up aja gabisa ya. Setelah itu kita kasih makan mereka, ya entah lah mereka seneng apa ngga itu dikasih makan.
Jam menunjukan hamper jam 2, beberapa panitia harus segera naik keatas melewati rute yang menyeramkan. Aku memikirkan yola dan mae yang masuk pos, mereka seharusnya istirahat dari pagi mereka belum istirahat masak mulu kerjaannya. Aku ditempatkan di pos yang hampir terakhir. Rutenya itu lumayan jauh, mendaki segala, kaki sudah hampir ga kuat karena jalan terus berdiri terus, jam menunjukan hampir jam 3 tapi belum pun satupun buat ke pos ku, jadi aku menunggu di pos kepemimpinan, untung ada cowonya, jam segitu tuh mulai kerasa merindingnya. Ga lama alumni dating dan aku beserta dua orang anggota yang lain ikut alumni. Kelompok satu mulai bergulir menuju pos ku, ada alumni disana aku takut salah. Berjalan begitu lama sekali, sudah begitu kerasa, merasuki diri angin pagi ini. Aku tak memakai jaket segala. Pos posnya yang lain sudah hampir beres dan mereka sudah mulai bermuara ke pos alumni. Kelompok terakhir beres dan aku pun mengikuti untuk ke pos alumni dan aku hanya sebentar melepas lelah. Setelah semuanya beres kita turun ke bawah. Dan sarapan, bubur kacang ijo.
Aku turun ke bawah, dan langsung masuk ke tenda karena kaki ku sudah ga kuat, kaligata mendera. Sleeping bag ku pakai pakein kayu putih dan jaket, setelah itu mulai tidur. Nita dan lina yang dari malem tidur malah terbangun, yang cowo terpaksa nyampur sama yang cewe karena tendanya mau dipake buat solat, ismat dan nanda.
Yang aku tau pagi itu mereka senam bersama lina. Aku bangun jam 6an sebentar dan galama yola mae ge masuk tenda dan kita ngobrol bareng, sedangkan yang lain lagi bermain dan gataunya sekitar jam 8 aku ke bangun, dan hanya sisa tiga orang di tenda aku, nanda dan ismat. Ga tega liat mereka yang lagi tidur, kedinginan kayanya, akhirnya aku suruh mereka pake sleeping back aku, dan menyelimuti mereka dengan jaket yang ga dipake.
Aku keluar tenda mencari yang lain, eh malah di ketawain anak kelas 10 garagara baru bangun, aku ke atas, nyari yang lain, nyari makan sih sebenernya tapi pada sibuk dan kompor penuh sehingga aku ga bisa masak air dulu. Aku diem aja deh nahan laper sambil memulihkan kesadaran aku. Aku liat jadwal, aku berasa ga dianggap lagi, indri yang atur semua, rasanya tuh nyes, aku lari kebawah, ke tenda yang ada yola nanda ismat nita teteh, aku nangis disitu ngerasa gagal. Tapi mereka menguatkan akuJ
Jam sudah menunjukan pukul 9, uwi mei dan indri pergi ke curug duluan untuk menyebar syal. Selanjutnya tak lama aku dkk tanpa kelas 11 ya karena mereka harus masak sarapan, pergi menuju curug, lumayan jauh, kaki pegel banget nanjaknya. Setelah berjalan panjang, sampailah kita disana, ade kelas ada yang terluka kakinya yasudah sebagai kakak kelas yang baik, yola mengobati nya untung disana ada perlengkapan obat obatan.
Sesampai dan telah bertemu indri disana aku benar benar muak dengan nya, dia menanyakan aku kenapa, aku hanya diam. Aku membiarkan dia mengira aku lelah. Aku diam melihat aktifitas kelas 10 mendapatkan syal mereka, selanjutnya, acara dilanjut dengan nyebur ke curug, aku terpeleset untuk tak jadi masalah hehehe kebiasaan eki pasti jatoh. Puas dengan itu jam 11.30 kita kembali kebawah, diperjalanan aku uwi mei lina teteh dea berada dipaling belakang rombongan. Sambil jalan kita juga sambil mengganyem makanan yang kita bawa.
Sampai ditempat abah, kelas 10 makan, aku dan lina mandi. Setelah itu makan bersama kelas 11&12. nyebelinnya ismat yang naroh jengkol dia yang gamau makan, lucu deh ya. Aku ga nafsu makan karena sebelumnya udah makan sama lina pas nunggu kamar mandi sepi.
Selanjutnya kita adain acara games lagi. Ya sukanya saat indri nyuruh kumpul dan anak kelas 10 dimarah marahin lagi, bukankah mereka aman dimarahin karena mereka tlah dilantik? Ya atur aja dri tapi aku gasuka cara kamu. Oke lanjut lagi, hari udah mulai mendung tapi angkot belum datang, target jam 2 dateng taunya molor hampir 3jam, sabar nunggu, kita beresin tenda, kita rubuhin tenda, dan kita beresin barang barang. Setelah itu kita lanjut dengan acara upacara pengukuhan, pemimpinnya ismat, pembinanya pak rahmat, kelas 10 yang jadi pentolan yaitu rinaldi dan hani. Mereka diberikan pin terlebih dahulu, lalu, kita kelas 12 bergantian menyematkan pin pada kelas 10. Selanjutnya janji pmr, dan penyiraman sebagai simbolisasi mereka telah resmi jadi anggota. Kelas 11 pun tak luput. Kelas 10 dan 11 bersalaman kepada kakak kelasnya. Keisengan ku karena masih ada sisa akhirnya membuahkan niat untuk menyiram teman temanku, dan akhirnya aku lah yang jadi objek akhir mereka, seember diguyur kepada ku yang berlari kearah ismat. Naas aku basah kuyup, untung hp aku dan ismat selamat. Kelas 12 bikin lingkaran kecil, disana kita meminta maaf dan menyampaikan terimakasih satu sama lain. Aku yang bersebelahan dengan ismat, melihatnya lucu, dia orang yang jarang aku lihat menangis sekarang menangis dihadapan ku, tangannya yang tergenggam erat kepada ku dan pak rahmat, bergetar, seakan menggenggam lebih erat.
Setelah acara nangis nangisan itu aku dan lina melunasi pembayaran dan mengecek tenda, satu persatu angkotnya datang, dan beberapa anak sudah memasukan barang mereka kedalam angkot tersebut. Aku menelpon greencamp memberitahukan bahwa kita telat mengembalikan, aku dan ismat yang akan mengembalikan tenda esok hari.
Aku berpamitan pada abah dan emak, sungguh tak tega meninggalkan mereka, ingin rasanya berada bersama mereka lebih lama. Berada dua hari satu malam disana, bagai sudah berada seminggu lebih disana, namun rasanya menyenangkan.

Diperjalanan pulang, kami kelas 12 tak ingin pisah kami ingin satu angkot, kami ingin bersama lebih lama, kami ingin banyak bercerita dan tertawa, sampai tawa kita makin pecah saat malemta muntah dan menularkannya pada aku-_- oke hari makin malam dan kita tiba di sekolah tercinta.