KEMBAR 2
2 & 3
november 2013
Dear pmr,
pagi itu rasanya sangat menegangkan, pukul setengah tujuh saya sudah berada di
sekolah. Bersama teman teman panitia yang lain kita mempersiapkan semua hal
yang akan dibawa, kendaraan, dan terutama pesertanya yang berjumlah 34 orang.
13 orang lakilaki dan 21 orang perempuan. Menjadikan semangat bagi kami para
panitia. Tak berjalan mulus memang semua persiapan kita, tapi yang pasti kita
wajib bias menghadapinya
Kendala
pertama ya kendaraan yang paling penting adalah angkot yang tak tentu datangnya
kapan dikarenakan rizkyrai yang tak juga muncul, dan satu angkot yang
seharusnya dipakai untuk ke semeru ngambil tenda.
Kedua itu
adalah barang du yang tidak lengkap, dan yang paling utama kesiapan mental kita
yang kurang paten. Ya mau gimana lagi tanggal sudah menunjukan tanggal 2 dan
tak mungkin kita undur untuk mematangkan persiapan. Akhirnya kita harus
berusaha mencari solusinya.
Pukul 09.10
angkot sudah tiba, panitia kita bagi dua, 5 orang pergi ke semeru, sedangkan
sisanya melakukan persiapan dan berangkat langsung ke tempat kemah. Namun
begitu selesai penglepasan dari kepsek dan walkepsek, ternyata saat jam
pemberangkatan dimulai, ternyata angkot yang sudah ditugaskan ke semeru tidak
mau jadi akhirnya kami harus menambah angkot dari jurusan lain untuk kesana. 7
angkot pun meluncur ke kemah yang berada di desa cirimpak megamendung.
Ismat nanda
lina merisiha dan nita pergi kesemeru. Ya menyedihkan tak bisa bersama dengan
mereka sampai ditujuan. Selama diperjalanan kami lebih mematangkan konsep, kami
teringat akan pembacaan lpj, namun saying, lpj nya tertinggal. Yah apa mau
dikata kami harus mengubah beberapa jadwal. Pukul 10.50 kita sampai di rumah
abah dan emak, udara yang sangat sejuk walau cahaya matahari mulai terik
terasa. Angin sepoy membangkitkan semangat. Acara pertama seharusnya adalah
pembangunan tenda namun disayangkan ternyata kelima temanku belum sampai,
mereka terjebak kemacetan, untuk itu kami memajukan beberapa jadwal sebagai
pengisi acara selanjutnya.
Para kelas
10 dikumpulkan di lapangan, lalu kita memeriksa barang bawaan mereka. Kami
telah memberitahukan segala barang bawaan tapi masih saja ada yang tidak
membawa. Hp dan jam tangan mereka kami sita demi kelancaran acara, karena sudah
pasti jika hp ditangan mereka, mereka akan lebih focus untuk memainkan hp
ketimbang dengan menerima materi, dan jam tangan tidak mereka kenakan karena
agar mereka tidak ribut mempercepat waktu. Makana dan minuman pun kami sita bukan
buat kita tapi demi kelancaran.
Ya tidak ada
sebuah acara yang berjalan tanpa ada nya kendala, kami( aku uwi dan indri)
sudah habis daya untuk mengatur anak buah pak rahmat. Sudah dari perjalan
mereka ada yang merokok, dan sekarang mereka sangat melawan kami. Kami sudah
kehabisan kesabaran menghadapi mereka. Tapi ada daya kami hanya kaum wanita.
Oke
selanjutnya kami menyuruh mereka untuk makan bekel yang mereka bungkus dengan
kertas nasi dan air minum di plastik. Cukup efektif rasanya dan sekalilagi ada saja
yang tak membawa dan harus berbagi dengan temannya. Itulah kebersamaan. Usai
makan dilanjutkan dengan solat zuhur.
Kelima teman
ku masih ada di tajur, mereka kejebak macet. Sungguh kami ingin mereka berada
disini sekarang, kelas 10 butuh tenda. Jadwal setelah isoma adalah upacara
pembukaan namun apa daya, Pembina kita pulang duluan tak mungkin diadakan
upacara tanpa beliau. Tak lama kelima teman kami datang, sungguh sangat
bahagianya. Acara selanjutnya memang harus memasang tenda karena cuacanya sudah
mulai mendung. Aku kira membangun tenda itu gampang taunya beuh perlu
kekompakan. Namun setelah beberapakali gagal akhirnya kita berhasil membangun
tenda. Acara selanjutnya adalah materi sejarah dan pp tandu. Bukan pmr namanya
kalo tidak ada materi ini. Pengisi nya adalah indri dan lina. Aku berada
diatas, membantu DU untuk kesiapan makan malam, mereka sedang kebingungan untuk
masaknya karena langseng tiada ada, magicom pun taka da, jadi satu satunya cara
dengan dikukus. Sembari menunggu nasi, kami kelas 12 memakan bekel bersama,
Cuma lina dan indri yang tidak ikutan, kami sangat menjunjung kebersamaan ,
karena ismat dan nanda yang sangat terlihat kelaparan.
Ga begitu
lama tiba tiba lina dan indri menemui ku, dan melaporkan bahwaada kasus yang
menyangkut anak buah pak rahmat, mereka bukannya denegrin materi malah komen
dan becanda terus. Akhirnya aku dan nita turun ke bahwa untuk menangani mereka
supaya mereka mau meminta maaf kepada indri dan lina. Ya tapi mungkin mulut
sudah berbusa memberi saran untuk minta maaf kami pun pasrah dan meninggalkan
anak kelas 10. Kami berkumpul dengan anak kelas 11, disana kita beragumen, uwi
pun turun saat kita akan mengatur siasat ternyata gerombolan itu datang dan
meminta untuk memberikan waktu agar aku mau mendengarkan mereka, aku bukan lah
orang yang mau gitu saja menghadapi nurut dengan katakata ade kelas, aku bilang
yang pengen ngomong dia yang harus nyamperin. Aku diamkan mereka dan mereka
melunjak, mereka malah seenaknya masuk tenda panitia, sekali aku beritau supaya
tidak masuk ke tenda, dua kali sudah aku beritahu pula, ketiga dan selanjutnya
dengan nada rada keras aku bentak mereka untuk keluar dari tenda dan berbaris,
ternyata nanda mendengar kerusuhan dibawah, kami para wanita mulai geram dengan
tingkah mereka, aku serahkan itu pada nanda, yang kemudian dibantu oleh ismat,
dan aku nita kembali mengatur kelas 10 yang lainnya. Satu kalimat untuk mereka,
lebih gampang mengurus anak autis sepertinya daripada mereka.
Oke
selanjutnya akan diadakan permainan biar sedikit santai dan menyenangkan. Aku
ke atas untuk memeriksa DU dan ternyata berita yang sangat menakjubkan, nasinya
masih gigih belum masak, wah kacaunya tinggal beberapa jam lagi nasi aja belum
beres, sayurannya apalagi. Bapak tercinta kita dengan seenaknya menyuruh kita
masak lagi dengan megicom, dan yang tadi susah payah kita buat harus dibuang
padahal tadinya kita mau ngeliweut aja. Ya tangis pecah dari Yolanda, yang dari
pagi yola dan mae kena salah terus. Aku coba memanggil nanda untuk menenangkan
yola, dan meminta solusi dari yang lain. Tak lama aku ke atas lagi, nita sedang
membantu mencuci beras, namun abah menolong dengan mengkukus nasinya dengan
caranya biasa masak, dan ini sangat membantu dan pak rahmat setuju, dan kami
sangat kesal karena beliau sangat plin plan. Ya nasi akhirnya tidak mubazir.
Waktu
menunjukan pukul 05.15 sudah over 15menit dan sudah seharusnya masuk waktu
istirahat dan persiapan solat maghrib. Kerjaan aku dari pagi naik turun tangga
yang lumayan curam dan berkelok. Capenya bukan main. Aku sama lina mandi
bersama, ga mandi dengan cuma ngebilas dengan air aja yang dingin edan.
Setelah
semua berganti pakaian, maka disarankan untuk solat, setelah itu yasinan dan
solat isya. Kami kebingungan karena alumni sudah pada datang, jadi tempat yang
tadi dipake solat dipake buat tempat istirahat alumni akhirnya tenda besar yang
dipake. Seharusnya pake terpal tp bapak kita yang tersayang lupa membawanya. Ya
waktu yasinan aku mendokumentasikan kegiatan disana, ada yang kasian ga ada
penerangan jadi tidak membaca yasin, aku meminjamkan senter, selanjutnyaaku
terus mengambil gambar.
selama waktu
sekitar satu jam setengah , aku nanda mei membantu DU nasi tinggal sekali kukus
lagi, capcaynya masih perlu di rebus, karena wortelnya yang masih keras, waktu
isya sudah lewat sudah seharusnya mereka makan malam. oh ada yang terlewat,
yang namanya anak pmr ga ada yang ga narsis, meski didapur, sudah berbau asap,
sudah cemong karena pake kompor tungku, terbesit di pikiran ku untuk foto
dengan abah dan umi sebagai kenang kenangan. Abah dan umi selalu bikin ketawa,
bikin nyama, kami betah bersama mereka.
Oke kita
mulai dengan anak anak cewenya, sepiring berdua sosweet banget ya mereka,
kerupuknya satu orang satu tanpa nambah wah nambah sosweet. Minumnya juga
segelas berdua benerbener hemat bukan sweet lagi. Ada yang nambah, keliatan
banget ya pada kelaperan ada juga yang ga nafsu makan.
Aku kira
mereka tidak ada yang sakit taunya ria, dan salah satu anak kelas 10 sakit dan
terpaksa ditempatkan dialumni. Lanjut kegiliran anak cowonya. Masih sama
seperti anak perempuan merek a harus makan yang serba satu berdua, tetap ada
yang mau nambah, tapi kali ini aku diingatkan karena jika mereka terlalu
kenyang mereka tidak tidur dan mereka tidak akan makan ditengah malam nantinya.
Akhirnya tidak akan aku kasih tambahan. Cuci piring sendiri mereka kemajuan
jadi rada rajin ya.
Acara
selanjutnya adalah api unggun setelah kelas 11 dan 12 nya makan baru acara
dimulai, kakak kelas juga gamau kalah kita makan serba satu bersama. Kami yang
sudah makan bertukar tempat dengan yang belum makan, susah banget nyuruh ismat
makan. Dia terlalu serius dengan semua ini, sibuk sama kegiatan nya. Selama
menunggu kakak kelasnya yang sedang makan, kami mempersiapkan upacara api
unggunnya.
Jam sudah
menunjukan pukul delapan malam lewat, harus segera dimulai jika tak ingin
jadwal ancur. Semua telah siap upacara dimulai dan aku menjadi dokumentasinya.
Setelah beberapa kali jepret aku mengecek dan demmmmmmmmmmmmmm ada banyak orbs
di foto foto yang aku jepret terutama ditangga. Mulai lah merinding aku
memperlihatkan dan mempertanyakan pada nita dan nanda. Nita melihat dan
bertanya pada salah satu hasil jepretan ku. Dan aku menjepret entah apa
warnanya hitam dan itu seperti bukan di lokasi itu. Kata nanda jangan kasih tau
yang lain dulu. Aku diam dan melanjutkan foto, berharap tak ada lagi orbs,
taunya masih ada.
Upacara api
unggun selesai, dan dilanjutkan dengan pertunjukan yel yel dari masing masing
kelompok. Ada ada saja ide anak kelas 10 membuat yel yel yang sangat kreatif.
Eh tau nya kelas 11 dan 12 jug akena, yah apa mau dikata kita harus sportif,
aku dan lina dan juga malem melantunkan setitik yel yel kami. Acara diisi
dengan alumni, selama itu aku menemani nita yang ada ditenda, awalnya mira yg
sakit pas nita menantar mira ke atas eh pas pulang pulang nita yang sakit,
disitu aku juga memperlihatkan pada lina. Acara hamper menujukan pukul 22. Aku
meniggalkan lina dan nita yang sakit.
Aku sudah
mulai bete, nih karena ga pada disiplin waktu. Kasian kelas 10nya makin lama
merek atidur makin lama juga kita memulai pelantikan. Sudah semua masuk ke
tenda, kelas 11 disuruh menjaga kelas 10 nya sementara kelas 12 ke atas ngobrol
bareng alumni, tadinya aku mau ikutan bareng lina dan nita di tenda ditemeni
oleh meirisha. Ga lama nanda datang buat jemput gua, disuruh kumpul, gua males
banget tuh buat kumpul, udah muak sama ksr muda kita. Aku hanya dia, mereka
pada ngira aku sakit karena kecapean padahal aku sakit karena batin, merasa tak
dianggap, dia yang dari tadi ngomong dan aku tak mendengarkan nya, aku tak mau
masuk ke pos untuk pelantikan kelas 11. Ga lama aku ke dapur menemui yola dan
teteh, aku menangis dalam kediaman, aku gakuat, aku merasa jadi ketua yang
gabecus, eh abah bikin ketawa abah kira aku sakit. Aku tuh lucu banget mengerti
kondisi cucunya. Ternyata saat aku nangis lumayan lama, rapat sudah beres dan
aku langsung kembali ke bawah ditemani oleh mers, aku hanya dapat mengeluh pada
nita dan lina. Ternyata mereka sependapat dengan ku. Aku jadinya aku dan mei di
dalam tenda flashback waktu kita ke Jakarta bertemu iin dan ilusia.
Eh ka zae
masuk deh dan bla bla ngobrol sama nita, dan nita memberitau aku tentang hal
yang terjadi antara ismat dan resti yang bikin aku jleb, sudah dari pada aku
berlarut aku flash back, dan flashback ini membuat aku tidak tidur, aku
sesekali sama mei melihat pelantikan. Jam sudah menunjukan pukul 00.23 sudah
seharusnya mempersiapkan pelantikan kelas 10. Kelas 12 yang cewenya pada ke
atas buat membuat makanan, yaitu kangkung, tempe orek teri jengkol, dan susu
jahe. Kelas 10 di bangunkan begitu kita semua siap. Anak kelas 10 kena hukuman
lagi, hukumannya push up lagi 20kali waduh, yang cowo udah pada memble, hahha
katanya jagoan tapi push up aja gabisa ya. Setelah itu kita kasih makan mereka,
ya entah lah mereka seneng apa ngga itu dikasih makan.
Jam
menunjukan hamper jam 2, beberapa panitia harus segera naik keatas melewati
rute yang menyeramkan. Aku memikirkan yola dan mae yang masuk pos, mereka
seharusnya istirahat dari pagi mereka belum istirahat masak mulu kerjaannya.
Aku ditempatkan di pos yang hampir terakhir. Rutenya itu lumayan jauh, mendaki
segala, kaki sudah hampir ga kuat karena jalan terus berdiri terus, jam
menunjukan hampir jam 3 tapi belum pun satupun buat ke pos ku, jadi aku
menunggu di pos kepemimpinan, untung ada cowonya, jam segitu tuh mulai kerasa
merindingnya. Ga lama alumni dating dan aku beserta dua orang anggota yang lain
ikut alumni. Kelompok satu mulai bergulir menuju pos ku, ada alumni disana aku
takut salah. Berjalan begitu lama sekali, sudah begitu kerasa, merasuki diri
angin pagi ini. Aku tak memakai jaket segala. Pos posnya yang lain sudah hampir
beres dan mereka sudah mulai bermuara ke pos alumni. Kelompok terakhir beres
dan aku pun mengikuti untuk ke pos alumni dan aku hanya sebentar melepas lelah.
Setelah semuanya beres kita turun ke bawah. Dan sarapan, bubur kacang ijo.
Aku turun ke
bawah, dan langsung masuk ke tenda karena kaki ku sudah ga kuat, kaligata
mendera. Sleeping bag ku pakai pakein kayu putih dan jaket, setelah itu mulai
tidur. Nita dan lina yang dari malem tidur malah terbangun, yang cowo terpaksa
nyampur sama yang cewe karena tendanya mau dipake buat solat, ismat dan nanda.
Yang aku tau
pagi itu mereka senam bersama lina. Aku bangun jam 6an sebentar dan galama yola
mae ge masuk tenda dan kita ngobrol bareng, sedangkan yang lain lagi bermain
dan gataunya sekitar jam 8 aku ke bangun, dan hanya sisa tiga orang di tenda
aku, nanda dan ismat. Ga tega liat mereka yang lagi tidur, kedinginan kayanya,
akhirnya aku suruh mereka pake sleeping back aku, dan menyelimuti mereka dengan
jaket yang ga dipake.
Aku keluar
tenda mencari yang lain, eh malah di ketawain anak kelas 10 garagara baru
bangun, aku ke atas, nyari yang lain, nyari makan sih sebenernya tapi pada
sibuk dan kompor penuh sehingga aku ga bisa masak air dulu. Aku diem aja deh
nahan laper sambil memulihkan kesadaran aku. Aku liat jadwal, aku berasa ga
dianggap lagi, indri yang atur semua, rasanya tuh nyes, aku lari kebawah, ke
tenda yang ada yola nanda ismat nita teteh, aku nangis disitu ngerasa gagal. Tapi
mereka menguatkan akuJ
Jam sudah
menunjukan pukul 9, uwi mei dan indri pergi ke curug duluan untuk menyebar
syal. Selanjutnya tak lama aku dkk tanpa kelas 11 ya karena mereka harus masak
sarapan, pergi menuju curug, lumayan jauh, kaki pegel banget nanjaknya. Setelah
berjalan panjang, sampailah kita disana, ade kelas ada yang terluka kakinya
yasudah sebagai kakak kelas yang baik, yola mengobati nya untung disana ada
perlengkapan obat obatan.
Sesampai dan
telah bertemu indri disana aku benar benar muak dengan nya, dia menanyakan aku
kenapa, aku hanya diam. Aku membiarkan dia mengira aku lelah. Aku diam melihat
aktifitas kelas 10 mendapatkan syal mereka, selanjutnya, acara dilanjut dengan
nyebur ke curug, aku terpeleset untuk tak jadi masalah hehehe kebiasaan eki
pasti jatoh. Puas dengan itu jam 11.30 kita kembali kebawah, diperjalanan aku
uwi mei lina teteh dea berada dipaling belakang rombongan. Sambil jalan kita
juga sambil mengganyem makanan yang kita bawa.
Sampai
ditempat abah, kelas 10 makan, aku dan lina mandi. Setelah itu makan bersama
kelas 11&12. nyebelinnya ismat yang naroh jengkol dia yang gamau makan,
lucu deh ya. Aku ga nafsu makan karena sebelumnya udah makan sama lina pas
nunggu kamar mandi sepi.
Selanjutnya kita
adain acara games lagi. Ya sukanya saat indri nyuruh kumpul dan anak kelas 10
dimarah marahin lagi, bukankah mereka aman dimarahin karena mereka tlah
dilantik? Ya atur aja dri tapi aku gasuka cara kamu. Oke lanjut lagi, hari udah
mulai mendung tapi angkot belum datang, target jam 2 dateng taunya molor hampir
3jam, sabar nunggu, kita beresin tenda, kita rubuhin tenda, dan kita beresin
barang barang. Setelah itu kita lanjut dengan acara upacara pengukuhan,
pemimpinnya ismat, pembinanya pak rahmat, kelas 10 yang jadi pentolan yaitu
rinaldi dan hani. Mereka diberikan pin terlebih dahulu, lalu, kita kelas 12
bergantian menyematkan pin pada kelas 10. Selanjutnya janji pmr, dan penyiraman
sebagai simbolisasi mereka telah resmi jadi anggota. Kelas 11 pun tak luput. Kelas
10 dan 11 bersalaman kepada kakak kelasnya. Keisengan ku karena masih ada sisa
akhirnya membuahkan niat untuk menyiram teman temanku, dan akhirnya aku lah
yang jadi objek akhir mereka, seember diguyur kepada ku yang berlari kearah
ismat. Naas aku basah kuyup, untung hp aku dan ismat selamat. Kelas 12 bikin
lingkaran kecil, disana kita meminta maaf dan menyampaikan terimakasih satu
sama lain. Aku yang bersebelahan dengan ismat, melihatnya lucu, dia orang yang
jarang aku lihat menangis sekarang menangis dihadapan ku, tangannya yang tergenggam
erat kepada ku dan pak rahmat, bergetar, seakan menggenggam lebih erat.
Setelah
acara nangis nangisan itu aku dan lina melunasi pembayaran dan mengecek tenda,
satu persatu angkotnya datang, dan beberapa anak sudah memasukan barang mereka
kedalam angkot tersebut. Aku menelpon greencamp memberitahukan bahwa kita telat
mengembalikan, aku dan ismat yang akan mengembalikan tenda esok hari.
Aku berpamitan
pada abah dan emak, sungguh tak tega meninggalkan mereka, ingin rasanya berada
bersama mereka lebih lama. Berada dua hari satu malam disana, bagai sudah
berada seminggu lebih disana, namun rasanya menyenangkan.
Diperjalanan
pulang, kami kelas 12 tak ingin pisah kami ingin satu angkot, kami ingin
bersama lebih lama, kami ingin banyak bercerita dan tertawa, sampai tawa kita
makin pecah saat malemta muntah dan menularkannya pada aku-_- oke hari makin
malam dan kita tiba di sekolah tercinta.