Total Tayangan Halaman

Sabtu, 27 Juni 2015

Dari yang dulunya sedekat nadi. Kini sejauh matahari

Aku dan kamu tak pernah tau kapan semua ini menjadi serumit benang. Kami hanya berawal dari sebuah kata bernada meledek. Kamu tau aku tak pernah berfikir kalo kita akan menjalin sebuah percakapan yang menjurumuskan kita pada sebuah pertemanan.
Siang itu adalah saat dimana aku memulai kisah ini. Aku ya aku. Aku yang saat itu sedang menikmati perjalanan dengan kamu di depan ku. Kamu yang mengarahkan jalan ku. Saat itu aku hanya dapat meredam malu dan mencari topik pembicaraan untuk kita. Agar kita menjadi lebih akrab.
Ruangan itu telah gelap. Aku menatap layar didepan ku dengan sedikit berbisik pada teman teman ku. Dan aku terperanjat. Kamu. Kamu dibelakang ku. Kamu membuat aku tak fokus. Kamu yang jail. Kamu yang nakut nakutin aku. Dan aku hanya meradang manja.
Usai sudah 2jam dalam gelap itu. Aku kembali dibelakang mu. Menembus sore.... saat itu aku hanya merasa itu biasa. He is just friend for me. Then, minggu pagi kau memulai percakapan dengan ku. Menanyai aku. Apakah aku ikut. Kala itu ada yang mengajak kita pergi. Dan aku tak bisa. Dan kamu hanya berkata bahwa kalo aku ga ikut kamu juga ga itu. Oke kau sedikit kecewa. Then percakapan makin berlanjut sampai aku pun merasa hari hariku mulai terisi. Pagi sampai malam kau menemani aku. Membahas segala hal yang mungkin kita dapat share. Aku tak pernah mengira bahwa percakapan ringan tersebut dapat membawa aku pada jurang, aku jatuh. Jatuh pada mu.
Namun aku jatuh namun yang terluka itu kamu. Aku yang tiba tiba jutek, membedakan mu, aku yang tak menyapa mu, aku yang mengataimu lebay, aku yang muemulai melempar kerikil pertengkaran. Aku yang memulai diri ini dan dirimu membisu. Namun aku pula yang merasakan kekosongan saat dinding dinding mu semakin mendingin kepada ku. Aku yang akhirnya mengalah meruntuhkan segala kerasnya dinding ku. Aku yang sadar aku yang akhirnya mengakui kesalahan ku. Maafkan aku.
Penjelaskan memang penting. Agar tak ada salah paham. Aku beruntung kali itu kau mau memaafkan ku. Kami kembali menjalin fase percakapan tiada henti. Saat kamu mulai menghilang. Kegelisahan aku mulai muncul... aku mulai menjadi posesif
Sebenarnya banyak pertanyaan selama aku yang ada di kepala ku tentang kita. Aku ingin kita menjadi jelas. Setiap wanita memerlukan status bukan. Namun aku juga masih ragu aku terlalu takut untuk memulainya. Aku takut semuanya menjadi merusak pertemanan kita. Pernah aku meminta sebuah kejelasan, dirimu hanya berkata jalani dulu yang sekarang kedepannya kita ga ada yang tau bakalan gimana. Aku kira itu sudah jelas. Kita ditakdirkan hanya untuk bersama bukan bersatu. Setidaknya masih ada status teman untuk kita.
Hari itu seharusnya aku menjelajah alam bersama mu. Mengiringi jalan beraspal dengan si robot roda dua mu. Namun apa adanya aku yang tak bisa dan aku membuat mu kecewa lagi. Aku tak bermaksud mengecewakan mu. Situasi ku yang tak bisa untuk ikut bersama mu. Hati kecil ku sebenarnya menjerit merintih agar aku bisa ikut. Tapi masa sudah berlalu tak mungkin bisa aku memutarnya. Dan kamu menjadi terasa jauh. Membangun dinding pembatas dengan aku. Aku yang hanya dapat terdiam walau hati merintih sebuah kerinduan akan segala percakapan kita yang sudah tertunda cukup lama. Namun tuhan menggariskan lain, kita dapat bertemu di gerbang pertemanan kita. Pertemanan bersama dua orang sahabat baru kita. Aku merasa hidup ini hidup ditempat itu jauh lebih berwarna dengan kalian.
Aku sudah hampir lupa tentang segala bertengkaran kita yang sering menyulut. Entah karna aku anggap itu bukan masalah atau karna terlalu banyak keributan sehingga aku menjadi lupa dan menganggap itu biasa. Aku tau kesalahan fatal aku adalah saat aku merusak kesenanganmu. Aku membanting laptopmu. Namun sungguh itu tak pernah aku sengaja. Aku dengan segala emosi negatif ku tak dapat mengontrol diri ini. Selalu saja orang lain yang terlampiaskan. Aku salah. Aku memindahkan tas mu. Aku kira tak ada barang mu disana. Aku menyesal. Aku tau permintaan maaf ganti rugi takkan dapat melunasinya. Namun bukankah ketika aku pertanyakan kepadamu kau bilang semua baik baik saja kau menyuruhku untuk tidak mengungkitnya lagi. Tapi apa, kamu yang selalu membahasnya bukan? Kamu dendam? Aku ga nyangka kamu bisa seperti ini.
Hal lain berikutnya setelah pertengkaran kita ini adalah aku yang tak pernah mau ngajak kamu duluan, kamu yang selalu merasa aku tak pernah anggap kamu ada. Kamu yang selalu aku yang harus memulai. Hey boy aku ini kaum hawa. Kamu yang harusnya memulai. Walau hanya sebatas untuk makan siang. Kamu lah yang patutnya mengajak. Aku hanya makmummu boy.
Kamu pernah mikir apa hubungannya flashdisk dengan mantan kamu? Aku ga pernah mau bahas masa lalu kamu karna itu bukan urusan buat kita kedepannya. Aku kecewa kamu berkata seolah aku ini hanyalah gadis yg gatau diri, gadis yang ga cocok sama pria tampan. Hey look your face, if you look like robert pattinson, i will say you match to get a pretty girl. Penampilan hanya klise.
Tak ada yang lebih menyakitkan dari ditertawakan oleh teman sendiri dengan nada merendah. Itulah yang aku kecewakan darimu. Dan kamu malah ikut ikut mereka untuk menghina ku? Walau cuma becanda kamu tau? Becandaan mereka ga lucu. Kamu seharusnya paham aku marah karna kamu. Aku sesungguhnya telah terbiasa dalam ledekan. Namun kamu tau? Mereka meledek aku dengan dia. Kamu ga merasa marah? Oh jelas. Selama ini kamu hanya mainin aku. Selama ini kamu hanya anggap aku saingan bukan? Maka kamu malah senang mengikuti mereka. Aku kecewa.... sungguh aku ingin kamu yang menjaga aku dari itu semua. Tapi malah kamu yang menjadi bara yang membakar aku....
Kini kau menjadi lebih tak aku kenali, menjatuhkan aku didepan mereka, aku disini sembilu menerima setiap perlakuan mu. Bagian mana yang pantas untuk aku perjuangi sekarang? Bagian mana yang pantas aku anggap keberadaannya? Jika memang kamu ingin aku anggap, terimalah aku sebagai orang yang akan selalu memacu semangat mu. Aku yang selalu membukakan pintu rumah saat kamu hanya sekedar singgah. Setidaknya aku bermanfaat....

Sabtu, 13 Desember 2014

Mungkin pisah sementara itu perlu

6tahun kita bareng ye qir reg da, 3 tahun kita bareng mei cik lin, walau sekarang udah jarang ketemu, kita ketemu itu modal nekat, ngeluangin waktu sesempetnya... kalo lagi kangen langsung chatan, walau ga ketemu tapi kita masih tau satu sama lain kalo sahabat kita baik baik aja atau dalam keadaan yang tidak baik. itu berkat media sosial
sempat terbeesit di pikiran aku, mungkin ga sih rutinitas kita setiap jumat atau libur buat ketemu itu terhenti? mungkin ga sih aku kuat ga berkomunikasi sama kalian dalam jangka waktu lama? gelisah ga sih kita kalo sahabat sahabat kita ga ada kabar? bakalan ngerasa kangen ga sih sama masa masa kita?
6tahun ini mungkin sahabat aku ya kalian, tanpa kalian aku mungkin aku gabisa bersosial, aku cuma manusia solois, manusia individu
tanpa gua sadari gua ga membaur sebenernya sama yang lain....... ibaratnya ya temen gua kalian lagi. walau banyak yang berkata, aku itu pasti bisa membaur, tanpa aku sadari aku itu terkait bergantung sama kalian......
mungkin harus ada waktunya dimana kita saling menjauh, berpisah untuk sementara waktu, kejar apa yang belum kita capai, dan biar kan diri itu mandiri tanpa bantuan kalian............

Rabu, 03 Desember 2014

4serangkai

apa yang mereka lihat belum tentu itu yang sebenarnya terjadi. apa yang mereka dengar belum itu sebuah kebenaran. apa yang mereka katakan belum tentu kejujuran. yang gua gua lakukan itu memang bukan yang terbaik. apa yang gua katakan belum tentu kebenaran dan indah. terkadang mulut ini menyakiti terkadang prilaku ini hanyalah sampah. so aku tetap jadi aku karena kalian.
aku ga peduli seberapa banyak musuh ku di dunia karena sikap dan sifatku. aku hanya peduli akan kita. kita berempat. yang saling mengkokohkan diri dengan sifatnya masing masing
mungkin akan banyak yang berkata kita rasis namun apa itu merugikan mereka? kita tetap bersahabat dengan yang lain bukan? kita tetap welcome kalo ada yang join sama kit akan? so ga perlu khawatir dan saling menjauh, selama kita memiliki kita, dan kita tak merugikan
yang aku tau aku bahagia saat aku bersama kalian. teman saat aku memang butuh teman dan itu lebih istimewa:) thanks for the all guys. end i love you

Selasa, 02 Desember 2014

PENGALAMAN DI JOGJAKARTA

Liburan ku kali ini adalah pergi ke jogja, kota yang dimana banyak tercipta pelajar-pelajar berpendidikan.
Hari pertamaku disana sangat menyenangkan. Pukul 09.00 pagi, aku keluar hotel dan bergegas untuk sarapan. Aku sarapan di sebuah tempat makan sederhana. Disana tersedia soto daging lamongan, rasa sotonya sangat eeeeeeennnnnnaaaaaaaaaakkkkkkk!!!!
Selanjutnya aku pergi ke candi prambanan, diriku takjub melihat candi tersebut. Puas menghadiahi diri dengan melihat candi prambanan, aku pun keluar dari area tersebut, namun sebelum pergi, aku membeli oleh-oleh untuk teman-teman ku di bogor.
Perjalanan di lanjutkan dengan pergi ke Marlboro, disana aku dan kluargaku berbelanja batik yang cukup memuaskan, aku membeli sebuah tas batik yang sangat luicu.
Setelah dari Marlboro, aku sangat lapar sekali jadi kami putuskan untuk makan nasi rames. Setelah kenyang perjalan di hentika, kami kembali ke hotel. Malam harinya kami jalan-jalan ke alun-alun selatan. Disana banyak sekali orang danyang paling aku ingin coba adalah melewati 2 beringin besar dengan mata tertutup. Namun sayang itu tak jadi. Ada yang mengatakan bila bisa menerobos 2 beringin itu dengan mata tertutup, maka akan mendapatkan jodoh yang baik.
Suasana di alun-alun sangat ramai sekali, aku dan kedua tanteku mencoba menaiki sepeda, awalnya sangat menegangkan karena kita harus kompak tapi lambat laun sangat menyenangkan.
Perjalan di lanjutkan dengan makan di bawah kolong jalan layang. Kalau di Jakarta pasti kolong jalan layang itu di pakai untuk tempat tinggal para pengemis. Tapi di jogja beda, tempat itu di pakai untuk berjualan. Dan yangpaling mengejutkan lagi, di sana makannya tidak paki kuirsi atau meja melainkan lesehan. Sungguh berbeda dengan di ogor maupun di Jakarta.
Hari kedua, kami jalan-jalan ke kraton, disana tempatnya sangat penuh dengan hawa kekrajaan. Orang-orang jogja sangat melestarikan kebudayaan.
Setelah puas diri, kami melanjutkan untuk memanjakan lidah kita dengan mencicipi es rujak, awalnya memang rada aneh tapi lama-lama sangat enak.
Yang aku senang dari jogja adalah orang-orangnya sangat mencintai dan melestarikan kebudayaan mereka, dan sadar akan lingkungan.
Lingkungan di ekitar jogja sangat lah bersih, sampah tak berserakkan. Dan yang paling penting di sana itu jarang banget ada kucing.

AKU CINTA JOGJAKARTA,,karena disana sangat menyenangkan dan kucignya jarring banget!!!!!!!!!hehehehe

Senin, 01 Desember 2014

12/04/14 sat, 20:45

Hari ini entah seneng apa sedih. Kenapa anak anak pg selalu aja terus menggoda aku dan inyun. Duh mau ke surabi duren aja pake acara pundung dulu nih aku. Pada sengaja biar aku bareng inyun.
Kesan pertama itu hari ini pas aku minta foto org yg disana terus kata orgnya sibuk, semua ikutan meleg bukan aku doang hehee thanks
Udah gitu cipto bilang "kita bertiga mah warna kulitnya sama" nunjuk ayu+azra. Terus "salsa mah sama kaya devin" "udah inyun samaan sama eki"
Kedua pas aku mau bayar aku bilang "eki tkt ah dibilang sibuk lagi. Bilang aja ki pacar saya aja sibuk tp masih sempet ngasih kabar. Kata salsa tuh. Aku bilang kalo si abangnya bilang buktinya malem ini ga sama pacarnya. Kata salsa pacar saya kan yang ada didepan muka saya(sambil ngarah ke inyun) shiiiit
Mau pulang kata cipto "anterin nyun sampe rumah" alamakkk
Pas lagi makan cipto juga bilang "kalian pada seneng ga?" Ini sih modus biar dikiranya gua yg seneng banget malem ini bareng inyun. Aduh 12ips ada ada aja

Kamis, 16 Oktober 2014

karma kali ya

gua itu dulu kalo pacaran cuek banget ke cowo paling gamau diajakin jalan ketemuan. sekarang mah gua lebay banget rasanya. dia pake gue elu aja gua kesel. sekarang gua yang sering minta dikabarin. dulu yaampun masa bodo banget. tuh cowo yang ngerengek minta kabar gua. sekarang gua yang sering minta main sama dia. beda loh kalo gua lebay ke cowo yang gua suka dari awal kaya ke ismat atau edwan. yaampun dit lu kenapa bisa bikin gua begini

Semoga bukan hanya harapku saja

aku mengetahuimu saat ospek. kau yang paling lantang memberi komentar. namun saat itu aku tak mengenalmu. Ku mulai mengetahui mu saat pelajaran pkn. saat itu kau menggodaku dengan kata "kalo ngomong jangan di dalem hati" bikin kesel sih tapi lucu aja jadinya. berlanjut mata kuliah aljabar, kami bersaing mendapat nilai plus. aku dan kamu. mendapat point satu langkah lebih dulu. selanjutnya kau sering meledekku. mencari cara untuk bertengkar dengan ku menggodaku *kepedean kali ya gua* hahha. saat itu aku masih biasa aja. kau pun masih dengan si dia. oh ya saat kelas aljabar karena aku bertengkar mesra sama dia anak anak sekelas meledek "kalo pacaran jangan di kelas" yayayayyaya kesel banget di ledek begitu.

tapi lama kelamaan aku menikmatinya. aku cuma ingin lebih membaur mungkin dengan begitu aku bisa membaur dengan mereka. rabu 1 oktober. saat itu ada film annabelle. aku sudah punya janji sam amei dan ciki saat itu tapi afi mengajak sekelas buat nobar. akhirnya aku gabungkan aja acaranya. aku kesana sama kamu. dibonceng kamu. Awalnya canggung, tapi kamu bikin aku ketawa banget disana. Kamubikin aku nyaman. Sampe yang lain pada keketawaan ngeliat kita. Sampe di btm aku nunggu mei ciki. Aku misahin diri. Eh pas di dalem teater. Tenyata kamu duduk dibelakang aku. Kamu jailin aku nakut nakutin aku. Kesel tp lucu aja. Pulangnya aku bareng kamu deh. Tp Cuma bentar karena ga tega sama si vina. Hari hari berlalu Cuma bisa ngobrol dikampus bareng kamu. Sabtu fajar ngajakin main. Eh kamu ngeping aku nanyain mau ikut apa ngga. Aku bilang ga ikut. Kamu juga ikutan ga ikut-_- sampe pas afi Tanya kamu ikut apa ngga kamu jawab “kalo ekki ikut gua juga ikut” ceneh banget ga sih?